Thursday 24 February 2011

7 kasus WikiLeaks Sebelum Kawat Diplomatik Amerika

 1. Serangan Helikopter Apache di Irak
WikiLeaks mempublikasikan cuplikan video yang menampilkan 15 orang termasuk dua wartawan Reuters ditembak mati oleh sebuah juru tembak di sebuah helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat Gambar video yang diambil dari kamera senapan di helikopter tersebut mengguncangkan dunia.

Dalam tayangan video tersebut, kru helikopter terdengar tertawa sambil menghujat korban tertembak dan mengatakan "bakar mereka!" serta "tembak terus, tembak terus".

Militer Amerika Serikat menolak memberikan sanksi disiplin kepada kru helikopter tersebut. Mereka menilai "ada para pemberontak dan reporter di kawasan tempat pasukan Amerika Serikat diserbu. Saat itu, kami tidak bisa mendeteksi apakah (wartawan Reuters) membawa kamera atau senjata."

Saudara dari salah satu wartawan Reuters yang tewas menyangsikan itu. "Pertanyaan saya adalah bagaimana mungkin pilot Amerika yang sangat terlatih dengan informasi teknologi tingkat tinggi tidak bisa membedakan antara kamera dan pelontar roket," ujar saudara wartawan Reuters tersebut.



2. Prosedur Operasi Guantanamo Bay
Prosedur Standar Operasi untuk Camp Delta, panduan para tentara untuk menangani tahanan di Camp Delta, dirilis WikiLeaks pada 2007. Kelompok pejuang hak asasi manusia mengkritik panduan resmi tersebut. Pasalnya, panduan itu menyebutkan tahanan tidak bisa mendapat akses ke Palang Merah sampai lebih dari empat pekan.  

Salah satu aturan dalam prosedur yang dikritik juga adalah hadiah khusus bagi tahanan. Dalam peraturan tersebut, tahanan yang berlaku baik dan bisa bekerja sama bisa mendapat hadiah khusus: satu bungkus kertas toilet.



3. Kitab Suci Scientology
- Pada 2008, WikiLeaks membeberkan 'kompilasi kitab suci Scientology' termasuk praktek-praktek kontroversial di Gereja. 

Pengacara dari Church of Scientology mencoba mendesak WikiLeaks untuk mencabut informasi tersebut. Namun, WikiLeaks menolaknya.

4. Surat Elektronik Unit Penelitian Iklim
- Lebih dari 1.000 surat elektronik dikirim dalam 10 tahun oleh staf di Unit Penelitian Iklim dari University of East Anglia dipublikasikan WikiLeaks setelah diakses seorang peretas. Surat elektronik tersebut menunjukkan para ilmuwan terlibat dalam rekayasa untuk mendukung argumen bahwa pemanasan global adalah nyata dan buatan manusia. 

Laporan tersebut dinilai sebagai skandal ilmiah terburuk dalam generasi tersebut. Akibat kasus tersebut, Kepala CRU Profesor Phil Jones mundur. Namun, karena penelitian menyebutkan Jones tidak terkait kasus itu, Jones akhirnya diangkat lagi.


5. Daftar Hitam Internet di Australia
Tahun lalu, ketika pemerintah Australia merancang "dinding api besar Australia" agar pengguna internet di negeri mereka tidak bisa melihat situs yang dianggap tidak cocok menurut pemerintah. WikiLeaks mendapatkan daftar tersebut. WikiLeaks pun mempublikasikannya meski ada peringatan dari Profesor Bjorn Landfelds dari University Sydney yang terlibat membuat daftar tersebut. Landfelds mewanti-wanti daftar tersebut "berisi ensiklopedia ringkas dari materi yang berpotensi sangat berbahaya" dan "mimpi buruk terburuk yang mengkhawatirkan para orang tua".

Ternyata, item dalam daftar tersebut tidak mengandung pornografi anak atau semacamnya. Beberapa yang termasuk daftar tersebut adalah video-video YouTube, materi Wikipedia, situs agama pinggiran, bahkan situs agen perjalanan.


6. Laporan Trafigura Minton
Pada 2009, internet dihebohkan upaya perusahaan perdagangan minyak Trafigura untuk menghalangi publikasi studi internal mengenai dampak kesehatan terhadap pembuangan limbah di Afrika. Rancangan laporan yang ditulis konsultan ilmuwan John Minton menyebutkan proses kimiawi Trafigura yang digunakan untuk membersihkan limbah bahan bakar minyak ternyata dilakukan secara amatir dan meninggalkan kandungan sulfur yang berbahaya. Kandungan tersebut dikabarkan bisa membuat luka bakar yang parah di kulit dan lambung, diare, muntah-muntah, pingsan, dan kematian bagi orang.

The Guardian memperoleh laporan tersebut, tetapi Trafigura mengajukan surat kabar tersebut ke pengadilan. Namun, WikiLeaks juga mendapatkan laporan itu. Dan dalam waktu hitungan jam, informasi yang tidak boleh dilansir The Guardian akhirnya tersebar lewat Twitter.


7. Keanggotaan BNP
Nama, alamat, dan pekerjaan 13.500 anggota British National Party yang beraliran kanan dirilis WikiLeaks pada 2008. Daftar tersebut termasuk beberapa nama polisi, petinggi militer, dokter, dan profesor. Daftar tersebut tersebar setelah petinggi militer memperingatkan bahwa politik BNP tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diusung militer Inggris 

Salah satu orang yang berada dalam daftar tersebut dipecat setelah diketahui dia merupakan anggota BNP.
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit

follow @Apaajaboooleh on twitter
kritik , saran dan masukan.. kirim ke apaajabooooleh@gmail.com..:)