Sabtu, 17 Maret 2012

Tips Merawat Kulit untuk Usia 20 dan 30-an



Kulit merupakan bagian terluas dari tubuh manusia. Tiap orang pasti mempunyai masalah kulit yang berbeda-beda. Kondisi lingkungan dan gaya hidup yang sulit dihindari, khususnya di kota besar mengakibatkan semakin kompleksnya permasalahan yang kini dialami kulit wanita.
Permasalahan kulit yang semakin kompleks memaksa wanita untuk bertindak sekarang dan melakukan perawatan kulit lebih intensif bila tidak ingin kehilangan kesempatan mempertahankan kondisi kulit.

Tentunya wanita menginginkan kulit yang sehat lembat, lembut, kenyal, dan kencang. Menurut dokter ahli kesehatan kulit dr Shannaz Nadia Yusharyahya, SpKK masa kejayaan kulit terdapat ketika usia 20-an.

"Pada usia 20-an elastisitas dan kelembaban kulit baik. Umur 20 hormon mulai menurun dan stabil. Yang tadinya berjerawat jadi nggakberjerawat lagi," ujarnya ketika ditemui dalam acara seminar kesehatan kulit, di Pastis Kitchen, Kuningan, Jakarta.

Pada usia 20-an itulah, ujar dr Nadia, kadar kelembaban kulit dan elastisitas kulit pada kondisi terbaik serta rona kulit sempurna dan merata. dr Nadia menyarankan di usia itu, seseorang harus rajin merawat kulit dengan memakai pelembab dan tabir surya. Ada baiknya bila para wanita sudah merawat kulit sedini mungkin.
Perawatan Kulit untuk Usia 30-an

Sementara itu di usia 30-an biasanya sudah mulai timbul kerutan, warna kulit kusam dan flek-flek. Menurut dr Nadia, kulit orang Indonesia biasanya akan lebih banyak timbul flek-flek dibanding orang asing yang masalahnya lebih kepada kerutan. Banyak faktor yang bisa menimbulkan masalah di kulit, antara lain kesibukan beraktivitas, stres, dan mengurus keluarga sehingga tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri.

"Untuk usia 30-an gunakan pelembab yang ada bahan aktifnya seperti pro-retinol, AHA, vitamin B3, dan antioksidan karena proses regenerasi sel-sel mulai melambat. Siklus yang normal tiap 28 hari kita ganti kulit. Usia 30-an mulai melambat bisa 29 atau 30 hari. Akibatnya penumpukan sel-sel kulit mati, kulit menjadi kusam," ucapnya.

Faktor lain yang bisa menyebabkan masalah kulit yaitu gaya hidup, terutama bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Misalnya, berada di ruangan ber-AC, terkena paparan sinar matahari berlebihan, polusi kendaraan atau asap rokok, makan dan minum tidak sehat, dan kurang istirahat. Lebih lanjut dr. Nadia pun menjelaskan zat-zat aktif yang bisa membantu menyehatkan kulit.

"Pro-retinol menghindari kulit kusam, kolagen bisa bertambah, struktur lebih rapih, kulit kencang. AHA dari asam buah-buahan. Yang paling populer dari tebu, bisa mengurangi kerut dengan mengencangkan kolagen. Vitamin B3 mengurangi pigmentasi. Antioksidan mengangkat radikal bebas dan menghilangkan kerut," katanya.

Selain perawatan luar kulit, wanita yang ingin memiilki kulit sehat juga harus menjaga gaya hidup dan asupan makanan.

"Nutrisi makanan yang baik yang mengandung banyak antioksidan, seperti buah dan sayur. Minum air yang cukup minimal dua liter sehari, air putih. Makanan makin berwarna makin baik seperti sayuran hijau. Buah juga makin berwarna makin baik," ujarnya. (umi)

• VIVAnews  
Share This Article Facebook +Google Twitter Digg Reddit

follow @Apaajaboooleh on twitter
kritik , saran dan masukan.. kirim ke apaajabooooleh@gmail.com..:)